Pandeglang – Bahribantenreborn.net |
Kebijakan pengiriman sampah dari Kota Tangerang ke TPA Bangkonol, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, memicu gelombang penolakan warga. Sejak truk-truk pengangkut mulai lalu-lalang, bau menyengat, ledakan populasi lalat, hingga keluhan kesehatan seperti sesak napas dan batuk mulai menghantui kehidupan warga sekitar.
Suasana panas ini kian memuncak di media sosial. Warga membagikan foto dan video kondisi terkini TPA, memperlihatkan gunungan sampah yang menumpuk dan bau busuk yang diklaim menyebar hingga ke permukiman.
Tokoh masyarakat Pandeglang, Bang Yos, yang turun langsung memantau situasi, menegaskan bahwa kebijakan ini tidak boleh mengorbankan kesehatan warga.
“Saya temui langsung masyarakat dan tokoh setempat. Mereka resah. Ini bukan sekadar bau sampah, tapi ancaman nyata bagi kesehatan. Pemerintah harus berpikir ulang sebelum memaksakan kebijakan ini,” ujar Bang Yos dengan nada tegas.
Bang Yos meminta Pemkab Pandeglang meninjau ulang, bahkan membatalkan, MoU pengiriman sampah dari Tangerang.
“Kesehatan dan keselamatan warga adalah prioritas. Kalau dampak negatifnya sudah jelas, tidak ada alasan untuk mempertahankan kerja sama ini,” tandasnya.
Lebih jauh, ia menyoroti dugaan pelanggaran terhadap UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.
“Kita mendukung pengelolaan sampah, tapi harus legal, transparan, dan mempertimbangkan dampak jangka panjang. Jangan sampai ada permainan di balik kebijakan ini,” ujarnya penuh sindiran.
Hingga berita ini tayang, Pemkab Pandeglang belum mengeluarkan pernyataan resmi. Namun tekanan publik kian membesar. Informasi yang beredar, sejumlah elemen masyarakat tengah menyiapkan langkah hukum jika pemerintah tak segera merespons.
Redaksi: Bahribantenreborn.net