CILEGON – Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 12 Kota Cilegon menggelar kegiatan tausiah sekaligus penutupan rangkaian Pesantren Ramadan sebelum memasuki masa libur sekolah. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat (13/03/2026) di lingkungan SMPN 12 Kota Cilegon dan diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, serta jajaran sekolah.
Acara ini menjadi salah satu kegiatan penutup yang sarat dengan nilai keagamaan dan pendidikan karakter bagi para siswa. Selain tausiah keagamaan, kegiatan juga diisi dengan peringatan Nuzulul Qur’an serta pemberian santunan kepada puluhan anak yatim yang merupakan siswa di sekolah tersebut.
Kepala SMPN 12 Kota Cilegon, Hj. Masubaitillah, S.Pd., MM , menyampaikan bahwa kegiatan tausiah ini merupakan bagian dari rangkaian Pesantren Ramadan yang telah dilaksanakan oleh pihak sekolah selama bulan suci Ramadan.
“Hari ini, Jumat (13/03/2026), kami mengadakan kegiatan tausiah sebagai penutup kegiatan Pesantren Ramadan sebelum memasuki masa libur sekolah,” ujar Hj. Musabatilah saat ditemui awak media di lingkungan SMPN 12 Kota Cilegon.
Ia menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan pembinaan keagamaan kepada para siswa agar semakin memperkuat iman, akhlak, serta karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.
Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah juga menghadirkan penceramah sekaligus pendongeng asal Cilegon, Kaihan Imtihan, S.Pd., M.Pd, yang memberikan tausiah dengan metode ceramah dan pendekatan cerita yang menarik bagi para siswa.
Sementara itu, Humas SMPN 12 Kota Cilegon, Hj. Sofiyati, S.Ag., M.Pd, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari penutupan rangkaian Pesantren Ramadan yang telah berlangsung sejak awal bulan Ramadan di sekolah tersebut.
“Hari ini adalah penutupan kegiatan Pesantren Ramadan, sekaligus memperingati Nuzulul Qur’an dan memberikan santunan kepada anak-anak yatim yang ada di sekolah. Alhamdulillah kegiatan ini berjalan dengan lancar,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan dimulai sejak pukul 07.00 WIB hingga pukul 10.00 WIB, kemudian para siswa dipulangkan setelah seluruh rangkaian acara selesai dilaksanakan.
Ia juga menyampaikan bahwa para siswa terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan tausiah yang disampaikan oleh penceramah.
“Alhamdulillah anak-anak sangat antusias ketika sekolah mengundang pendongeng dari Cilegon yaitu Kaihan Imtihan. Dalam ceramahnya banyak sekali pelajaran-pelajaran positif yang disampaikan kepada anak-anak,” kata Sofiyati.
Ia menambahkan bahwa melalui metode cerita dan tausiah yang disampaikan, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan keagamaan tetapi juga pembelajaran tentang nilai moral, akhlak, serta sikap menghargai orang tua dan guru.
Dalam kesempatan tersebut, pihak sekolah juga menyalurkan santunan kepada 54 siswa yatim yang berasal dari kelas VII, VIII, dan IX.
“Untuk penerima santunan, terdata ada 54 anak yatim dari kelas 7, 8, dan 9,” jelasnya.
Sofiyati berharap kegiatan Pesantren Ramadan yang dilaksanakan setiap tahun ini dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan karakter para siswa.
“Harapan kami melalui kegiatan ini anak-anak memiliki akhlak yang baik, keimanan mereka semakin meningkat, serta lebih menghargai orang tua dan guru. Dalam kegiatan pesantren Ramadan ini juga diajarkan berbagai materi seperti salat, fikih, dan ibadah,” ungkapnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan penuh dari kepala sekolah serta kerja sama seluruh dewan guru yang dinilai sangat solid dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan Pesantren Ramadan tidak terlepas dari kerja sama seluruh pihak di lingkungan sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, hingga panitia kegiatan.
“Alhamdulillah kami semua solid, mulai dari awal kegiatan Pesantren Ramadan hingga penutupan hari ini semuanya berjalan dengan lancar. Itu juga berkat dukungan dari ibu kepala sekolah yang luar biasa dalam memanage sekolah ini,” katanya.
Di akhir keterangannya, Sofiyati juga menyampaikan pesan kepada para dewan guru agar terus menjaga kekompakan dan semangat dalam mendidik para siswa.
“Pesan saya untuk dewan guru adalah tetap selalu kompak dan terus semangat dalam mendidik serta mengajarkan anak-anak kita agar menjadi generasi yang saleh dan salehah,” tutupnya.
Melalui kegiatan tausiah, peringatan Nuzulul Qur’an, serta santunan anak yatim tersebut, SMPN 12 Kota Cilegon berharap dapat membentuk generasi muda yang tidak hanya unggul dalam pendidikan, tetapi juga memiliki karakter, akhlak, dan nilai-nilai keagamaan yang kuat dalam kehidupan sehari-hari.
