CILEGON – Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Kota Cilegon yang beralamat di Kelurahan Masigit, Kecamatan Jombang, menutup rangkaian kegiatan belajar mengajar dengan menggelar kegiatan santunan bagi anak yatim yang merupakan siswa/i di lingkungan sekolah tersebut.
Kegiatan penuh kepedulian sosial ini dilaksanakan pada Kamis (12/03/2026) kemarin dengan suasana sederhana namun sarat makna.
Kegiatan santunan tersebut dihadiri oleh kepala sekolah, dewan guru, staf sekolah, serta para siswa yang turut menyaksikan momen kebersamaan tersebut.
Melalui kegiatan ini, pihak sekolah ingin menanamkan nilai kepedulian sosial, kebersamaan, serta rasa empati kepada sesama, khususnya kepada anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.
Kepala SDN 10 Kota Cilegon, Ana Fahyudin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan santunan anak yatim ini merupakan bentuk rasa syukur sekaligus wujud kepedulian sekolah terhadap para siswa yang membutuhkan perhatian lebih.
“Alhamdulillah sebelum sekolah libur, kita mengadakan acara sederhana berupa santunan untuk anak yatim yang ada di sekolah.
Kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian sekaligus kebersamaan keluarga besar SDN 10 Kota Cilegon,” ujar Ana Fahyudin.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya sekadar memberikan bantuan secara materi, tetapi juga menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan kepada para siswa sejak dini.
Ia berharap melalui kegiatan ini para siswa dapat belajar untuk saling peduli, berbagi, serta memahami pentingnya membantu sesama.
Kegiatan santunan ini juga menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sekolah menjelang masa libur. Dengan menggelar kegiatan yang bernuansa sosial dan keagamaan, pihak sekolah ingin menutup aktivitas belajar mengajar dengan kegiatan yang bermanfaat dan memberikan kesan positif bagi seluruh warga sekolah.
Selain penyerahan santunan kepada anak yatim, kegiatan tersebut juga diisi dengan doa bersama yang dipimpin oleh salah satu guru.
Suasana haru dan kebersamaan terasa ketika para siswa yang menerima santunan tampak bahagia dan bersyukur atas perhatian yang diberikan oleh pihak sekolah.
Para guru juga berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahunnya sebagai tradisi kebaikan di lingkungan sekolah. Selain membantu siswa yang membutuhkan, kegiatan santunan juga dinilai mampu mempererat hubungan antara guru, siswa, dan seluruh warga sekolah.
Melalui kegiatan sederhana namun penuh makna tersebut, SDN 10 Kota Cilegon menunjukkan bahwa sekolah tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi ruang untuk menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, serta pendidikan karakter bagi generasi muda.
