"Yayasan alexandria Mahesa raya" MBG Busuk Masuk Sekolah! Perut Anak Jadi Tumbal Program, Negara Jangan Cuci Tangan

Admin Redaksi
0

Bahribatenreborn.Net | BINJAI UTARA – Bau busuk menyergap ruang kelas. Kotak makan dibuka, wajah siswa berubah. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh "Yayasan alexandria Mahesa raya" digadang-gadang menyelamatkan gizi anak bangsa, ambruk di hadapan siswa SMP Negeri 11 Binjai, Selasa 3 Februari 2026.

Ayam suwir yang disajikan diduga basi, beraroma menyengat, dan porsi memalukan. Ini bukan gosip. Ini jeritan langsung dari ruang kelas.

“Ini bukan makanan, ini bau sampah!”

"MBG k*nt*l" 

“Kami disuruh makan beginian?”
“Kalau begini caranya, MBG mending dibubarin!”

Kata-kata kasar itu lahir dari rasa jijik dan marah, bukan dari sikap manja. Anak-anak ini merasa diperlakukan sembarangan.


Ayam Disuwir, Akal Disiasati

Ayam disajikan dalam bentuk suwir halus. Jumlahnya tak masuk akal, bahkan diduga tak setara satu potong ayam utuh per porsi.

Bahribatenreborn.Net mencium bau busuk lain: pengakalan anggaran.
Disuwir agar terlihat banyak, padahal isi gizi nihil.


Masak Jam 02.00, Disuap Jam 10.30: Logika Basi

Perwakilan SPPG - Yayasan alexandria Mahesa raya, Kiki, mengklaim:

“Kami mulai masak pukul 02.00 dini hari.”
“Makanan sudah ditarik sebelum dibagikan.”

Fakta lapangan justru menelanjangi sistem.

      TIMELINE MEMATIKAN

  • 02.00 WIB – Masak dimulai
  • 07.00–09.30 WIB – Distribusi
  • 10.30 WIB – Harus dibagikan ke siswa

✓   8 jam tanpa jaminan rantai dingin
✓   Ayam suwir = makanan paling cepat basi

Ini bukan kecelakaan. Ini kelalaian yang bisa diprediksi.


Ditarik? Tapi Bau Busuk Sampai Kelas

Jika makanan benar-benar ditarik:

  • Kenapa kotak sampai ke tangan siswa?
  • Kenapa bau menyengat tercium di ruang kelas?
  • Kenapa tak ada prosedur penarikan resmi?

Ada lubang hitam di ujung distribusi.


Ahli Gizi: Ada atau Hanya Nama di Dokumen?

Pertanyaan paling tajam hari ini:

Di mana ahli gizi?

Jika ahli gizi ada, maka ia gagal total.
Jika tidak pernah turun, maka negara sedang membohongi publik.

Bahribatenreborn.Net menyebut ini “gizi di atas kertas, basi di lapangan.”


LSM: Ini Bisa Jadi Pidana

Ketua LSM Penjara - PN (Lembaga Swadaya Masyarakat Pemantau Kinerja Aparatur Negara- Pembaharuan Nasional) Kota Binjai, Akhmad Zulfikar, SH., MH, menohok tanpa tedeng aling-aling:

“Memberikan makanan basi kepada anak sekolah adalah kelalaian berat.”
“Ini bisa masuk pelanggaran UU Perlindungan Anak dan UU Kesehatan.”


Pembiaran Sistemik, Bukan Salah Dapur Saja

Kasus ini bukan soal satu panci basi, tapi:

  • SOP diabaikan
  • Pengawasan tumpul
  • Sekolah menerima tanpa cek
  • Negara absen di titik krusial

“Kalau bau busuk bisa lolos, sistemnya yang busuk.”


SHOCK THERAPY: Jangan Jadikan Anak Tumbal

Bahribatenreborn.Net memperingatkan keras:

“Program negara jangan dijalankan ala dapur darurat.”
“Anak sekolah bukan tong sampah kebijakan.”
“Kalau tak mampu jaga mutu, hentikan sebelum ada korban.”


TUNTUTAN TERBUKA

  • Audit total SPPG
  • Evaluasi & publikasi peran ahli gizi
  • Buka SOP MBG ke publik
  • Sanksi tegas hingga pemutusan kontrak & pidana

Jika ini dibiarkan, MBG tak lagi soal gizi, tapi soal nyali penguasa menghadapi kegagalannya sendiri. (Tim)


Redaksi: Bahribantenreborn.Net

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top