CILEGON – Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kali Timbang II Kota Cilegon menutup rangkaian kegiatan Pesantren Kilat (Sanlat) Ramadan 1447 Hijriah dengan menggelar sejumlah kegiatan keagamaan yang diakhiri dengan pemberian santunan kepada anak yatim dan piatu sekaligus buka puasa bersama (bukber),serta tarawih berjamaah. Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (14/03/2026) di lingkungan sekolah dan diikuti oleh seluruh siswa, dewan guru, serta jajaran sekolah.
Penutupan kegiatan berlangsung dengan penuh khidmat dan kebersamaan. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan dengan kultum (kuliah tujuh menit), serta penyerahan santunan kepada para siswa yatim dan piatu yang menempuh pendidikan di SDN Kali Timbang II.
Perwakilan dewan guru, Siti Aminah S.Pd.I, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian pembinaan keagamaan yang diberikan kepada para siswa selama bulan Ramadan.
“Dalam penutupan kegiatan Sanlat ini kami mengadakan beberapa rangkaian acara, mulai dari pembukaan, kemudian kultum, dan dilanjutkan dengan santunan kepada anak yatim dan piatu yang ada di SDN Kali Timbang II,” ujar Siti Aminah saat ditemui awak media di lingkungan sekolah.
Ia menuturkan bahwa santunan yang diberikan kepada para siswa yatim dan piatu merupakan hasil dari sumbangan para guru yang dilakukan secara sukarela sebagai bentuk kepedulian sosial di lingkungan sekolah.
“Dana santunan ini berasal dari para guru yang menyumbang secara ikhlas. Setelah dana terkumpul, Alhamdulillah kami dapat menyalurkan santunan kepada 14 anak yatim dan piatu yang bersekolah di sini,” jelasnya.
Selain kegiatan penutupan, Siti Aminah juga memaparkan bahwa program Pesantren Kilat Ramadan di SDN Kali Timbang II telah dilaksanakan selama dua hari, yakni pada 12 hingga 13 Maret 2026.
Seluruh siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 turut mengikuti kegiatan tersebut. Namun, untuk memudahkan pelaksanaan dan menjaga efektivitas kegiatan, para siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok berdasarkan fase kelas.
“Kami membagi kegiatan Sanlat ini menjadi tiga fase. Fase A untuk kelas 1 dan 2, fase B untuk kelas 3 dan 4, dan fase C untuk kelas 5 dan 6. Pembagian ini dilakukan agar kegiatan dapat berjalan lebih tertib dan efektif karena jumlah siswa cukup banyak,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, para guru juga dijadwalkan secara bergantian atau rolling untuk memberikan materi kepada setiap kelompok siswa. Sistem ini diterapkan agar suasana belajar tetap segar dan siswa tidak merasa jenuh.
“Kami juga mengatur agar guru yang memberikan materi bisa bergantian di setiap fase. Tujuannya agar suasana pembelajaran terasa lebih baru dan anak-anak tetap semangat mengikuti kegiatan,” tambahnya.
Selama kegiatan Pesantren Kilat berlangsung, para siswa diberikan berbagai materi tentang pemahaman keagamaan, khususnya terkait makna dan hikmah puasa, keutamaan bulan Ramadan, serta pentingnya menjalankan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Agar kegiatan tidak terasa monoton, pihak sekolah juga menyisipkan berbagai permainan edukatif dan aktivitas interaktif yang berkaitan dengan nilai-nilai keislaman.
“Kami juga memberikan permainan yang menarik supaya anak-anak tidak merasa bosan atau mengantuk. Jadi kegiatan tetap menyenangkan, tetapi tetap memiliki nilai edukasi keagamaan,” ungkap Siti Aminah.
Sementara itu, Kepala SDN Kali Timbang II, Muadibah S.Pd., M.Pd, menyampaikan bahwa pihak sekolah memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan Pesantren Kilat Ramadan karena dinilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius para siswa.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya melibatkan guru agama, tetapi juga seluruh dewan guru yang secara bersama-sama memberikan materi kepada para siswa sesuai dengan jadwal yang telah disusun.
“Kami sebagai civitas SDN Kali Timbang II tentu sangat mendukung kegiatan ini. Guru agama, Bu Ustazah Siti Aminah, bersama para guru lainnya termasuk Pak Ega dan dewan guru lainnya turut memberikan materi kepada siswa sesuai dengan jadwal yang telah disusun,” ujarnya.
Muadibah berharap kegiatan Pesantren Kilat Ramadan dapat menjadi sarana pembelajaran yang mampu meningkatkan pemahaman agama serta memperkuat keimanan para siswa sejak dini.
“Kami berharap melalui kegiatan ini anak-anak dapat lebih memahami makna Ramadan, meningkatkan keimanan dan ketakwaannya, serta mampu menjalankan ibadah dengan baik,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa Ramadan merupakan momentum yang tepat untuk melatih anak-anak dalam menjalankan ibadah serta membiasakan diri dengan perilaku yang baik.
“Ramadan ini adalah waktu yang sangat baik untuk melatih anak-anak dalam beribadah. Harapannya, apa yang mereka pelajari selama Ramadan tidak hanya dilakukan pada bulan ini saja, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di bulan-bulan berikutnya,” jelasnya.
Selain peran sekolah, Muadibah juga berharap adanya dukungan dari para orang tua agar pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan yang telah diajarkan di sekolah dapat terus dilanjutkan di lingkungan keluarga.
“Kami berharap para orang tua juga ikut mendukung dengan membimbing anak-anak di rumah agar tetap menjalankan ibadah dan berperilaku baik,” katanya.
Melalui kegiatan Pesantren Kilat Ramadan tersebut, pihak sekolah berharap para siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlakul karimah, taat beribadah, serta memiliki karakter yang baik.
“InsyaAllah ke depan anak-anak ini dapat menjadi generasi yang soleh dan solehah, berakhlak baik, serta dapat membanggakan orang tua dan masyarakat,” pungkas Muadibah.
