Cilegon, Bahribantenreborn Tejadi lagi Deretan insiden berbahaya di kawasan industri Cilegon seolah menjadi tanda tanya besar yang tak kunjung terjawab. Baru saja berlalu kejadian di PT Vopak, kini warga kembali di gegerkan oleh insiden di PT Mitsubishi Chemical Indonesia (MCCI).
Rangkaian peristiwa ini memicu tudingan keras bahwa pengawasan pemerintah daerah, khususnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH), nyaris tak berfungsi menjaga keamanan dan keselamatan lingkungan.
Kang Ade sebagai aktivis sosial mengatakan situasi ini sangat mengkhawatirkan. Menurutnya, Cilegon yang dipenuhi pabrik kimia, depot, dan terminal seolah berubah menjadi “bom waktu” yang bisa meledak kapan saja.masih kita ingat yg pernah terjadi di wilayah Ciwandan,sudah terlalu sering terjadi insiden di kota Cilegon ini Pertama PT.Candraasri pada tahun laluPada kurun waktu yg sangat singkat PT.Mitsubishi Chemical Indonesia ( MCCI )
Berturut turut PT.Vopak yg belum lama ini terjadi insiden sekarang Terulang kembali PT.Mitsubishi Chemical Indonesia ( MCCI ) ini bukan hanya kebetulan ,tapi sebuah bentuk kegagalan sistem,serta keteledoran pihak K 3 nya.Jelas ,kang Ade
"Ini lah bentuk keteledoran pengawasan pihak DLH serta lambat dalam tugas Dan tidak belajar dari pengalaman yg pernah terjadi sebelumnya ,padahal PT.Mitsubishi Chemical Indonesia ( MCCI )
Sendiri Sudah pernah ada catatan pernah mengalami ledakan serta kebocoran gas pada tgl 23 februari 2022 silam. Seharusnya pihak DLH ada evaluasi ketat terhadap industri kimia agar tak terjadi lagi hal yg sama.
Selalu saja alasan yang muncul adalah kesalahan manusia atau human error. Namun tak ada inisiatif pencegahan agar hal tersebut tidak terulang kembali inilah sebuah contoh yg tak mengikuti dari Standar Operasional Prosedur (SOP). Kalau pabrik yang sama sering bermasalah, artinya ada yang tidak beres, dan yang paling menderita tentu masyarakat sekitar yang menjadi tameng risiko,” ungkapnya dengan nada kesal.
Kang Ade sebagai aktivis jalanan Berharap DLH Cilegon harus berhenti bersikap pasif. Pengawasan harus diperketat dan perusahaan wajib dipaksa patuh aturan, bukan sekadar diberi peringatan ringan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan apa pun dari pihak DLH terkait langkah nyata apa yang akan diambil untuk menghentikan rangkaian insiden yang makin mengancam nyawa warga ini. Apakah keamanan lingkungan di Cilegon hanya jadi wacana belaka?

