CILEGON - PT ASDP Indonesia mulai uji coba penerapan One Gate System di pelabuhan merak pada senin,25 Mei 2026.
Uji coba tersebut dilakukan di pintu masuk pelabuhan Eksekutif Merak sabagai bagian dari persiapan sterilisasi di kawasan pelabuhan Merak yang akan di terapkan Mulai 1 Juni 2026.
General Maneger ASDP Umar Imran Batubara,Menjelaskan penerapan sistem satu pintu ini bertujuan untuk menata arus kendaraan dan meningkatkan keamanaan dan kenyamanan di area pelabuhan.
"Sesuai dengan program ASDP, pada tanggal 1 Juni 2026 akan di berlakukan penerapan One Gate System, yaitu seluruh kendaraan yang akan menyebrang melalui satu jalur pintu masuk," ujarnya.
Ia mengatakan, sebelumnya kendaraan dapat masuk melalui dua jalur, yakni melewati pos 2 reguler. Namun kini di alihkan melalui pintu Eksekutif menuju pos 2.
"Yang sebelumnya kendaraan melewati jalan arteri,sekarang di alihkan melalui jalan yang langsung ke pelabuhan.
Mudah-mudahan dengan demikian aktivitas masyarakan di depan pelabuhan tidak tergangu dan lancar," ujarnya.
Meski demikian, pelaksanaan saat ini masih dalam tahap uji coba selama 3-4 hari kedepan, guna melihat efektivitas sistem baru tersebut.
"Kalau lihat trafik hari ini landai. Nanti malam akan kita cek kembali dan dilakukan evaluasi dalam penerpan One Gate System ini," tambanya.
Menurutnya, tujuan utama penerapan sistem ini adalah melakukan sterillisasi area pelabuhan agar pihak yang memiliki kepentingan saja yang dapat masuk ke pelabuhan,(seperti pengguna jasa penyebrangan dan para stakeholder terkait).
Diketahui pintu masuk pelabuhan merak terlalu banyak,sehingga untuk pengawasaan dan pengendalian perlu usaha ekstra.Dengan sistem One Gate System ini kita bisa lebih fokus sehinga kondisi di dalam pelabuhan menjadi lancar,aman dan nyaman. jelasnya.
ASDP juga memastikan tidak ada perubahan dalam sistem pelayanan reguler maupun reservasi tiket penyebrangan.
"Pengalihan ini tidak merubaha apapun,yang berubah hanya pengaturan trafik kendaraan.kedepanya juga kami akan memperbaiki wajah pelabuhan merak,kemungkinan akan dibuatkan gapura baru agar lebih representatif."ujarnya.
Sementara itu,ketua DPC Gapasdap,Cabang Merak Cilegon Togar Napitupulu. Menyatakan dukungannya terhadap sistem tersebut.
"Apapun yang terbaik tentu akan kami dukung.jika nantinya menimbulkan kemacetan,tentu akan dilakukan evaluasi bersama. Ini bukan tantangan atau masalah bagi kami,karna pada dasarnya hanya pengalihan arus mulai dari kantor BPTD." ujarnya.
Ia menabahkan,koordinasi ASDP dan Gapasda berjalan dengan baik sebelum kebijakan diterapkan.
"Antara Gapasdap dan ASDP sangat efektif dalam berkoordinasi. Sebelum langkah ini kami sudah dilibatkan untuk memberi masukan dan solusi agar tidak terjadi penumpukan kendaraan maupun keluhan dari masyarakat sekitar," ujarnya.
Di sisi lain,kabag Ops Porles Cilegon menyampaikan pihak kepolisian turut mendukung kelancaran arus penyebrangan menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir Mei 2026.
"Tujuan ASDP tentu untuk memberikan kelancaran pada masyarakat,menjelang tanggal 27 hingga 29 Mei.kami akan melakukan pengamanan di kawasan pelabuhan,mulai dari tol Cilegon timur,Cilegon Barat,hingga area pelabuhan,"jelasnya.
Sebnyak kurang lebih 200 personil gabungan akan disiagakan untuk mengatur arus kendaraan dan keamanan masyarakat yang hendak menyebrang dari pulau jawa menuju sumatera.
"Kami melibatkan lima fungsi kepolisian,stakeholder terkait, dan jajaran polsek.setelah fokus pengamanan pelabuhan pada 27 sampai 30 Mei,Kami akan bergeser mengamankan kawasan wisata anyer dan cinangka untuk mengantisipasi kepadatan wisatawan serta gangguan kamtibmas seperti curanmor dan begal," pungkasnya.
sugeng