BAHRI BANTEN REBORN.NET
CILEGON – BAHRI BANTEN REBORN.NET Komitmen Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat tidak hanya diwujudkan melalui pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga melalui pembangunan infrastruktur yang memberikan manfaat nyata bagi kehidupan warga.
Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Cilegon Polda Banten melaksanakan groundbreaking pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Lingkungan Kadipaten, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Kota Cilegon, Jumat (26/6/2026).
Program tersebut merupakan implementasi arahan Kapolri yang ditindaklanjuti Kapolda Banten kepada seluruh jajaran Polres sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Kegiatan dihadiri Kapolres Cilegon AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga, S.H., S.I.K., M.Si., Ketua Baznas Kota Cilegon Drs. H. Fajri Ali, M.M., unsur Pemerintah Kota Cilegon, Forkopimcam Cibeber, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, Ketua RT/RW, serta masyarakat Lingkungan Kadipaten.
Kapolres Cilegon AKBP Martua Raja Taripar Laut Silitonga menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi merupakan simbol kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, Baznas, dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan riil warga.
Menurutnya, konsep pembangunan tersebut bukan semata-mata membangun fasilitas fisik, melainkan mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama menghadirkan kemaslahatan sosial.
"Program ini merupakan inisiasi langsung Bapak Kapolri yang kemudian ditindaklanjuti oleh Bapak Kapolda Banten dan seluruh Kapolres. Konsepnya adalah mengajak masyarakat, dunia usaha, pemerintah maupun lembaga nonstruktural untuk bergotong royong membangun kepedulian sosial," ujar Kapolres.
Ia menjelaskan, Polres Cilegon menggandeng Baznas Kota Cilegon sebagai mitra strategis karena memiliki tujuan yang sama, yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui program-program kemanusiaan.
Mengacu pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Kapolres menilai Baznas memiliki peran penting sebagai lembaga pemerintah nonstruktural dalam mendukung berbagai kegiatan sosial yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
"Kami di Kepolisian siap mendukung tugas-tugas sosial Baznas. Pada akhirnya tujuan kita sama, yaitu memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Apa yang kita bangun hari ini bukan sekadar jembatan, tetapi membangun harapan, memperkuat persaudaraan, dan menjadi investasi kemanusiaan yang manfaatnya akan terus mengalir," tuturnya.
Kapolres juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengedepankan kepentingan sosial di atas kepentingan pribadi serta menjaga semangat gotong royong sebagai modal utama membangun Kota Cilegon menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Baznas Kota Cilegon, Drs. H. Fajri Ali, M.M., menyampaikan apresiasi atas inisiatif Polres Cilegon yang menghadirkan program pembangunan infrastruktur berbasis kepedulian sosial.
Menurutnya, keterlibatan Baznas dalam pembangunan Jembatan Merah Putih merupakan bagian dari pelaksanaan amanat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2011, sekaligus bentuk tanggung jawab moral untuk menghadirkan kemanfaatan bagi masyarakat.
"Kami mengapresiasi Polres Cilegon yang tidak hanya menjalankan fungsi menjaga keamanan, tetapi juga menghadirkan program sosial yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Baznas siap bersinergi dalam setiap kegiatan kemaslahatan umat," kata Fajri Ali.
Ia menilai keberadaan jembatan tersebut bukan hanya mempermudah akses masyarakat, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan ekonomi, memperlancar aktivitas petani, memperkuat hubungan sosial, dan meningkatkan kualitas hidup warga.
"Jembatan ini menjadi simbol bahwa ketika Polri, pemerintah, Baznas, dan masyarakat bersatu dalam satu tujuan, maka berbagai persoalan sosial dapat diselesaikan melalui semangat gotong royong. Kami berharap sinergi seperti ini terus berkembang di Kota Cilegon," ujarnya.
Kebahagiaan juga dirasakan masyarakat Lingkungan Kadipaten yang selama bertahun-tahun harus membangun jembatan secara swadaya menggunakan material sederhana.
Perwakilan warga menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun secara mandiri sebelumnya hanya mampu bertahan beberapa bulan sebelum kembali rusak sehingga warga harus bergotong royong memperbaikinya berulang kali.
"Dengan adanya pembangunan jembatan yang lebih kokoh ini, manfaatnya sangat besar bagi kami. Akses menuju tempat pembuangan sampah menjadi lebih dekat, para petani juga tidak perlu lagi memutar jauh untuk menuju lahan pertanian," ungkapnya.
Masyarakat bahkan telah berkomitmen untuk merawat jembatan tersebut secara bersama-sama agar manfaatnya dapat dinikmati dalam jangka panjang.
Ke depan, warga juga berencana memperlebar jembatan melalui swadaya apabila memungkinkan sehingga tidak hanya dapat dilalui pejalan kaki dan sepeda motor, tetapi juga kendaraan roda empat.
Selain menjadi akses transportasi, kawasan sekitar jembatan diharapkan berkembang menjadi ruang interaksi sosial masyarakat melalui berbagai kegiatan kemasyarakatan yang selama ini rutin dilaksanakan.
Lurah Kedaleman, Faisal Tanjung, turut menyampaikan apresiasi kepada Polres Cilegon yang telah memilih wilayahnya sebagai lokasi pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi.
Menurutnya, jembatan tersebut merupakan fasilitas yang telah lama dibutuhkan masyarakat karena menjadi jalur utama menuju area persawahan serta akses menuju tempat pembuangan sampah.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Polres Cilegon karena telah membangun jembatan di lingkungan kami. Jembatan ini sangat berguna bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari," ujarnya.
Faisal menjelaskan bahwa setiap hari jembatan tersebut digunakan oleh warga sehingga keberadaannya akan memangkas waktu tempuh masyarakat yang sebelumnya harus melalui jalur memutar.
"Mobilitas masyarakat akan menjadi lebih mudah dan efisien. Karena itu saya mengajak seluruh warga untuk bersama-sama menjaga dan merawat jembatan ini agar tetap kokoh dan manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang," katanya.
Groundbreaking Jembatan Merah Putih Presisi menjadi gambaran bahwa pembangunan yang berhasil bukan hanya ditentukan oleh kualitas konstruksi, tetapi juga oleh kuatnya kolaborasi antar-elemen masyarakat.
Melalui momentum Hari Bhayangkara ke-80, Polres Cilegon menunjukkan bahwa pengabdian kepada masyarakat dapat diwujudkan melalui kerja nyata yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Sinergi antara Polri, Baznas Kota Cilegon, Pemerintah Kota Cilegon, pemerintah kelurahan, serta masyarakat menjadi fondasi penting dalam menghadirkan pembangunan yang berkelanjutan. Jembatan Merah Putih Presisi diharapkan tidak hanya menjadi penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi simbol persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial yang terus menguat di Kota Cilegon.
(Asep).