Sampah Menggunung di Irigasi Belakang Pasar Kranggot, BBWS C3, DLH dan Disperindag Diminta Jangan Tutup Mata

Bagus.R
0


CILEGON, Bahribantenreborn-– Tumpukan sampah yang menggunung di sepanjang saluran irigasi belakang Pasar Kranggot hingga Jalan Kubanglaban, Kota Cilegon, kembali menjadi sorotan. Kondisi yang dibiarkan berlarut-larut tersebut menimbulkan kesan kumuh, mengeluarkan bau menyengat, serta memicu kekhawatiran warga terhadap dampak kesehatan dan lingkungan.


Pantauan awak media pada Kamis (16/07/2026) menunjukkan berbagai jenis sampah rumah tangga, plastik, hingga limbah lainnya memenuhi badan saluran irigasi. Di sejumlah titik, sampah terlihat menumpuk dan menghambat aliran air, sementara aroma tidak sedap tercium hingga ke permukiman dan area aktivitas masyarakat di sekitar pasar.


Ironisnya, kondisi tersebut berada di kawasan yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat. Namun hingga kini belum terlihat adanya penanganan serius maupun langkah konkret dari pihak-pihak yang memiliki kewenangan terhadap kebersihan lingkungan dan pengelolaan saluran air.


Warga menilai pembiaran terhadap tumpukan sampah ini berpotensi menimbulkan masalah yang lebih besar. Selain menjadi sumber pencemaran lingkungan, sampah yang menumpuk juga dapat memicu berkembangnya berbagai penyakit, menjadi sarang nyamuk, serta meningkatkan risiko banjir akibat tersumbatnya aliran irigasi saat musim hujan.


"Kami setiap hari mencium bau tidak sedap dari saluran ini. Kalau terus dibiarkan, bukan hanya merusak pemandangan, tetapi juga membahayakan kesehatan warga," ungkap salah seorang warga yang tinggal di sekitar lokasi.


Masyarakat meminta Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau-Ciujung-Cidurian (BBWS C3) segera turun tangan melakukan pembersihan dan penataan saluran irigasi agar kembali berfungsi sebagaimana mestinya.


Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Cilegon juga didesak untuk mengambil langkah nyata dalam mengatasi persoalan sampah yang berada di sekitar kawasan Pasar Kranggot.



Menurut warga, persoalan ini tidak cukup hanya disikapi dengan imbauan, melainkan membutuhkan tindakan cepat dan koordinasi lintas instansi. Sebab, semakin lama dibiarkan, semakin besar pula dampak yang harus ditanggung masyarakat.



Keberadaan tumpukan sampah di saluran irigasi tersebut menjadi pertanyaan publik terkait efektivitas pengawasan dan pengelolaan lingkungan di kawasan pasar yang setiap hari menjadi pusat kegiatan masyarakat. 


Pemerintah dan instansi terkait diharapkan tidak saling melempar tanggung jawab, melainkan segera mengambil langkah konkret demi menjaga kebersihan lingkungan dan kesehatan warga.


Hingga berita ini diterbitkan, upaya konfirmasi kepada pihak BBWS C3, DLH Kota Cilegon, dan Disperindag Kota Cilegon masih dilakukan. 


Media ini membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada seluruh pihak terkait sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top