BRI Tebingtinggi Perkuat Garda Keamanan: Satpam Sigap, Sopan dan Berwibawa, Warga Akui Nyaman

Redaksi Media Bahri
0

Bahribantenreborn.Net | TEBINGTINGGI – Keamanan dan kenyamanan nasabah bukan perkara sepele. Di balik aktivitas perbankan yang berlangsung setiap hari, terdapat petugas keamanan yang dituntut bukan hanya kuat secara fisik, tetapi juga sigap membaca situasi, sopan menghadapi masyarakat, tegas menjalankan tugas dan berwibawa ketika menjaga ketertiban.

Komitmen tersebut terlihat di Kantor Cabang BRI Tebingtinggi, Sabtu (26/9/2026), ketika jajaran Satpam dan Tim Supervisi dari unit kerja di bawah koordinasi Kanca BRI Tebingtinggi mengikuti olahraga pagi bersama sekaligus pelatihan teknik dasar bela diri.

Kegiatan yang digelar di halaman kantor BRI Tebingtinggi itu tidak sekadar agenda kebugaran.

Para personel mendapatkan pembekalan teknik pertahanan diri, cara menghindari serangan mendadak, antisipasi potensi gangguan keamanan hingga strategi menjaga lingkungan kantor dan memberikan perlindungan kepada nasabah.

Pelatihan dipandu Koordinator Satpam BRI Tebingtinggi, Fahmi Abdillah.


SATPAM KUAT, TAPI TETAP HUMANIS

Kekuatan fisik merupakan salah satu modal dalam menjalankan tugas pengamanan. Namun menjadi Satpam profesional tidak cukup hanya dengan kemampuan bela diri.

Ketegasan harus dibarengi kesopanan. Kewibawaan harus dibangun dengan sikap. Dan kekuatan harus dikendalikan dengan kebijaksanaan.

Sikap seperti itulah yang dibutuhkan ketika petugas berhadapan langsung dengan masyarakat.

Pemimpin Cabang BRI Tebingtinggi, Bagus Prabu Adianto, menegaskan bahwa Satpam dan Tim Supervisi memiliki peran penting dalam menjaga keamanan sekaligus kenyamanan nasabah.

“Petugas Satpam dan Tim Supervisi tidak hanya bertugas menjaga keamanan fisik, tetapi juga menjaga citra dan kenyamanan nasabah. Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa mereka tetap sehat, sigap, dan mampu mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan secara profesional,” ujarnya.

KESAKSIAN WARGA: PUAS DAN NYAMAN

Upaya meningkatkan kualitas personel keamanan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat.

Poniman, salah seorang warga Tebingtinggi, mengaku merasa puas dan nyaman ketika berada di lingkungan pelayanan BRI.

Menurut Poniman, keberadaan petugas keamanan yang sigap sekaligus mampu berkomunikasi dengan baik memberikan rasa tenang bagi masyarakat.

“Saya merasa puas dan nyaman. Satpamnya terlihat sigap, sopan dan bisa memberikan rasa aman kepada masyarakat,” ujar Poniman.

Kesaksian tersebut menjadi gambaran bahwa peran Satpam tidak berhenti pada persoalan menjaga keamanan fisik.

Cara mereka menyapa, membantu, mengarahkan dan berkomunikasi dengan nasabah juga menjadi bagian dari kenyamanan pelayanan.

KEBUGARAN BUKAN SEKADAR SEREMONIAL

BRI Tebingtinggi menyatakan pembinaan dan pelatihan semacam itu akan dilakukan secara berkala.

Langkah tersebut penting karena kesiapsiagaan membutuhkan latihan yang berkesinambungan.

Petugas keamanan harus menjaga stamina, disiplin, kemampuan komunikasi serta kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan.

Olahraga menjadi salah satu cara menjaga kebugaran, sementara latihan bela diri menjadi bekal menghadapi situasi yang membutuhkan respons keamanan.

Namun yang tidak kalah penting adalah kemampuan mengendalikan diri dan bertindak secara profesional.


WIBAWA BUKAN DARI SUARA KERAS

Seorang Satpam tidak harus bersikap keras untuk menunjukkan kewibawaan.

Wibawa justru terlihat dari kemampuan menjaga ketenangan, memahami situasi, berbicara dengan sopan dan mengambil tindakan secara tegas ketika diperlukan.

Sigap tanpa panik. Tegas tanpa arogan. Sopan tanpa kehilangan kewibawaan.

Karakter tersebut menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan perbankan yang aman dan nyaman.

Kegiatan BRI Tebingtinggi juga menjadi momentum mempererat solidaritas antara personel Satpam dan Tim Supervisi dari berbagai unit kerja.

Koordinasi yang baik diharapkan semakin memperkuat sistem pengamanan serta mendukung kelancaran pelayanan kepada masyarakat.

Pada akhirnya, seluruh pembinaan tersebut bermuara pada satu tujuan: nasabah datang dengan rasa aman dan meninggalkan kantor dengan rasa puas dan nyaman.

Dan ketika seorang warga seperti Poniman  mengaku merasa puas dan nyaman, pesan yang muncul cukup jelas: keamanan yang dibangun dengan kesiapsiagaan, kesopanan dan kewibawaan ikut menjadi bagian penting dari kualitas pelayanan.

Redaksi: Bahribantenreborn.Net
Editor: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top