SOPPENG —bahribantenreborn.com-Transaksi dana secara daring yang disebut dilakukan hampir setiap hari oleh seorang warga Dusun Peppa’e, Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, Sabtu (26/9/2026), memunculkan pertanyaan mengenai pola komunikasi dan aliran dana tersebut. Warga bernama Edding diduga menjadi korban penipuan setelah berkomunikasi dengan seseorang melalui jaringan daring.
Informasi tersebut disampaikan Hendra. Menurut dia, komunikasi dan transaksi itu diduga berkaitan dengan modus passobis, yakni dugaan penipuan melalui komunikasi jarak jauh yang dapat disertai bujuk rayu atau permintaan pengiriman uang.
Hendra juga menyebut Edding berkomunikasi dengan seseorang yang mengaku sebagai anggota TNI. Klaim tersebut belum terverifikasi. Identitas pihak yang berkomunikasi dengan Edding perlu diperiksa untuk memastikan kebenarannya.
Dugaan kerugian ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Namun, nilai tersebut belum terverifikasi dan perlu dibuktikan melalui bukti transfer, riwayat rekening, catatan transaksi, serta keterangan Edding.
Yang menjadi perhatian bukan semata-mata dugaan nilai kerugian. Pola pengiriman dana yang disebut berlangsung hampir setiap hari menjadi bagian penting yang perlu diurai. Kepada siapa dana dikirim, berapa nominal setiap transaksi, kapan transaksi dilakukan, dan komunikasi apa yang terjadi sebelum pengiriman merupakan sejumlah pertanyaan yang perlu dijawab.
Pertanyaan tersebut diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat unsur penipuan digital, rekayasa sosial (social engineering), bujuk rayu, atau modus lainnya.
Karena itu, Bhabinkamtibmas Desa Abbanuange diminta turun tangan untuk memastikan kondisi warga, menghimpun informasi awal, serta mengarahkan persoalan tersebut kepada aparat penegak hukum yang berwenang apabila ditemukan indikasi tindak pidana.
Penelusuran dapat diarahkan pada rekening atau akun penerima dana, nomor telepon, riwayat percakapan, akun media sosial, serta bukti transaksi. Jika terdapat lebih dari satu rekening penerima, pola aliran dana juga perlu dipetakan.
Jika pihak yang berkomunikasi mengaku sebagai anggota TNI, verifikasi identitas menjadi bagian penting dalam pemeriksaan. Langkah tersebut diperlukan untuk memastikan apakah identitas tersebut benar atau digunakan untuk meyakinkan warga.
Bukti transfer, tangkapan layar percakapan, nomor rekening, nomor telepon, akun media sosial, dan dokumen pendukung lainnya perlu diamankan. Bukti tersebut dapat membantu aparat menelusuri pihak yang berkomunikasi dengan warga sekaligus aliran dana.
Hendra meminta persoalan tersebut diperiksa berdasarkan bukti dan tidak berhenti pada dugaan. Ia berharap aparat dapat memastikan apakah Edding benar menjadi korban penipuan daring serta menelusuri pihak yang menerima dana.
Pihak yang disebut dalam informasi tersebut tetap memiliki hak memberikan klarifikasi. Bukti digital, keterangan para pihak, dan jejak transaksi menjadi dasar penting untuk menguji dugaan secara objektif serta memastikan penanganan perkara berjalan berimbang.