Bahribantenreborn.net | Mahasiswa Kepung Puspemkot Tangerang, PT. Esa Jaya Putra Brand DOMDAS Diduga Langgar Hak Buruh & Izin Bermasalah!

Redaksi Media Bahri
0


TANGERANG – Suasana di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (28/8/2025) memanas. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Putra Bangsa Menggugat menggelar aksi besar-besaran, menyoroti dugaan pelanggaran serius oleh PT. Esa Jaya Putra—perusahaan pembuat sepatu dengan merek DOMDAS.


Dalam orasi lantang, Jihan Mahes Fahlevi menyebut perusahaan itu bukan hanya mengabaikan hak buruh, tapi juga diduga mengantongi izin yang tidak beres.


“Buruh di PT. Esa Jaya Putra tidak mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan. Ini jelas melanggar hak dasar pekerja! Belum lagi soal izin usaha dan Amdal yang belum beres. Perusahaan ini main serobot saja. Kalau pemkot tidak berani bertindak, ada apa?” teriak Mahes.


Mahasiswa juga menuding pemerintah kota lemah dalam menegakkan aturan. Menurut mereka, persoalan PT. Esa Jaya Putra menyangkut banyak dinas, bukan hanya Disnaker.


“Kalau hanya Disnaker yang turun, percuma! DLH harus bicara soal Amdal, Disperindag soal izin usaha. Kami minta Walikota dan Wakil Walikota hadir langsung, jangan sembunyi di balik dinas,” tegasnya.


Namun yang keluar menemui massa hanyalah Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Ujang Hendra Gunawan. Ia mengakui adanya problem serius di perusahaan tersebut.


“Hasil mediasi menunjukkan karyawan tidak memiliki kontrak tertulis, hanya lisan. Tapi sejak 2017, pengawasan dan K3 sudah menjadi kewenangan Disnaker Provinsi Banten,” ujar Ujang.


Pernyataan itu justru makin menyulut amarah mahasiswa. Mereka menegaskan akan terus turun ke jalan bila Walikota dan Wakil Walikota tak segera memberi sanksi tegas.


“Kami tidak puas! Buruh di-PHK sepihak, izin perusahaan bermasalah, tapi pejabat masih saling lempar kewenangan. Ini jelas ada yang ditutupi. Aksi selanjutnya akan lebih besar!” ancam Mahes.


PT. Esa Jaya Putra yang berlokasi di Pergudangan Mutiara Kosambi II Blok A7 No.16-17 Kota Tangerang, memproduksi hak dan sol sepatu serta plastik grosir. Namun di balik bisnisnya, perusahaan ini kini disorot keras karena dugaan praktik nakal: dari buruh tanpa kontrak, PHK sepihak, hingga izin yang belum tuntas.


Redaksi: Bahribantenreborn.net

Tags

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top