Jakarta – Bahribantenreborn.net | Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menegaskan, transmigrasi bukanlah sekadar wacana, melainkan program nyata yang mampu mengubah wajah Indonesia. Dari hutan belantara dan tanah kosong, lahirlah desa, kecamatan, hingga provinsi baru yang berdampak besar bagi kesejahteraan rakyat.
Hal itu disampaikan dalam Wawancara Eksklusif Tribunnews bersama host Apfia Tioconny Billy di Palmerah, Jakarta, Rabu (27/8/2025). Viva Yoga mengingatkan, program transmigrasi bukan hanya soal perpindahan penduduk, tapi mesin pembangunan yang menyentuh transmigran dan masyarakat lokal.
“Kami tidak hanya memberdayakan transmigran, tetapi juga masyarakat asli yang tinggal berdampingan di kawasan transmigrasi,” tegasnya.
Konawe Utara Jadi Role Model
Viva Yoga mencontohkan Kawasan Transmigrasi Hialu di Desa Sabandente, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Harmoni tercipta antara transmigran dan warga lokal. Bahkan, masyarakat rela menyerahkan 1.000 hektare tanah bersertifikat Hak Milik (SHM) untuk mendukung program ini.
Skema penempatan pun jelas: 80 persen untuk transmigran lokal dan 20 persen dari luar daerah. “Kehadiran pendatang justru membuat desa lebih dinamis, hidup, dan berkembang,” ujarnya.
Sejak 1950, Transmigrasi Ubah Peta Indonesia
Viva Yoga menegaskan, fakta sejarah mencatat sejak 1950, transmigrasi telah melahirkan 1.567 desa, 466 kecamatan, 116 kabupaten, dan 3 provinsi baru. Sebuah capaian monumental yang menunjukkan transmigrasi bukan proyek gagal, melainkan proyek besar kebangsaan.
Selain ekonomi, akulturasi budaya juga terjalin. Banyak kepala daerah di luar Jawa yang ia temui ternyata merupakan anak transmigran. “Transmigrasi telah melahirkan generasi pemimpin,” katanya.
Instrumen Perekat NKRI
Menurutnya, semua ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto: menjadikan transmigrasi sebagai instrumen strategis untuk memperkuat kebangsaan.
“Transmigrasi adalah perekat NKRI. Ia membangun, menguatkan, dan menyatukan Indonesia dari pinggiran,” tandas Viva Yoga.
Redaksi: Bahribantenreborn.net