Lambannya Pemulihan Pascabanjir Aceh Tamiang dan Tapteng, Ketua PW GPI Sumut: Rumah Warga Masih Berlumpur, Negara Jangan Hanya Ramai di Atas Kertas

Redaksi Media Bahri
0
Ketua Umum PW Gerakan Pemuda Islam (GPI) Sumatera Utara, Ahmad Daud

Bahribantenreborn.Net | Medan — Ketua Umum PW Gerakan Pemuda Islam (GPI) Sumatera Utara, Ahmad Daud, menyuarakan keprihatinan mendalam terhadap lambannya pemulihan pascabencana banjir di Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah (Tapteng). Hingga lebih dari 50 hari berlalu, kondisi di lapangan dinilai masih jauh dari kata pulih, meski laporan resmi pemerintah kerap menggambarkan seolah progres telah signifikan.

“Hari ini Aceh Tamiang masih berlumpur, Tapteng masih dalam nestapa. Kita patut bersyukur dua pekan terakhir hujan tidak turun, tidak seperti yang terjadi di Aceh Timur dan Pidie. Namun fakta di lapangan, banjir menggenangi wilayah-wilayah yang ekosistemnya telah rusak akibat pembalakan hutan,” tegas Ahmad Daud.

Ia mengakui pembangunan hunian sementara (huntara) dan relokasi warga mulai berjalan. Listrik pun perlahan kembali menyala meski masih sering hidup-mati. Namun secara umum, kondisi sosial dan ekonomi masyarakat terdampak disebut belum banyak berubah.

Mengacu pada laporan resmi kementerian, Ahmad Daud menyebutkan bahwa pemulihan akses infrastruktur pedesaan baru mencapai sekitar 12 persen. Angka tersebut menandakan bahwa proses pemulihan masih sangat jauh dari harapan masyarakat.

“Di atas kertas, laporan harian seolah menunjukkan kemajuan yang berarti. Tapi faktuilnya bak jauh panggang dari api. Siapa pun yang turun langsung ke lapangan akan melihat betapa berat dan kompleks persoalan yang dihadapi warga,” ujarnya.

Ia mencontohkan kondisi di Kecamatan Kuala Simpang, Aceh Tamiang, serta Kecamatan Tukka, Tapanuli Tengah, di mana lumpur masih menggenangi akses jalan dan permukiman. Aktivitas warga lumpuh, sementara progres pembersihan dan perbaikan berjalan amat lambat.

Di sisi lain, bantuan relawan mulai berkurang seiring terbatasnya dukungan masyarakat yang bersifat sukarela. Meski demikian, Ahmad Daud tetap mengapresiasi tingginya solidaritas sosial di tengah masyarakat Indonesia.

“Tanpa kesetiakawanan itu, bukan mustahil akan terjadi konflik sosial yang lebih besar. Pertanyaan warga sangat menyayat hati: ‘Jika kalian pergi, kami bagaimana?’” ungkapnya.

Menurutnya, warga terdampak bukanlah kaum pemalas, melainkan korban yang kehilangan seluruh penopang hidup. Sawah dan kebun hancur, peternakan lenyap, sehingga banyak keluarga kini berada dalam kondisi tuna sandang, pangan, dan papan. Bahkan, kebutuhan dasar seperti air bersih masih sangat bergantung pada bantuan dari luar daerah.

Ahmad Daud menilai persoalan utama kebencanaan di Indonesia adalah anggapan bahwa perencanaan di atas kertas telah dianggap sebagai realisasi. Narasi bantuan besar dan pembangunan rumah kerap digaungkan, namun realitas di lapangan tidak sejalan.

“Ratusan miliar dana kebencanaan di Aceh Tamiang disebut-sebut sudah ada, tapi belum tereksekusi. Jangan tanya rakyat. Yang mereka tahu, rumah masih berlumpur dan hidup masih di tenda pengungsian,” katanya dengan nada kritis.

Ia juga menyoroti birokrasi yang dinilai berbelit dan lamban, bahkan dalam situasi darurat. Praktik memperpanjang meja disebut masih terjadi, sementara para lansia dan bayi di tenda pengungsian terus berjuang menghadapi kelaparan.

Menjelang bulan suci Ramadhan, Ahmad Daud mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menguatkan semangat solidaritas dan kepedulian sosial. Tanpa dukungan nyata, ia khawatir warga terdampak akan kesulitan menjalani ibadah puasa, sahur, berbuka, hingga menyambut Idulfitri.

“Ayo warga bantu warga. Mulai dari sembako, obat-obatan, perlengkapan bayi, hingga kebutuhan mendesak lainnya. Untuk negara, relawan bukan musuh atau pesaing. Justru harus berkolaborasi. Kritik adalah pintu evaluasi, karena tujuan kita satu: masyarakat segera pulih dari bencana,” pungkasnya.

Reporter: Mhd. Zulfahri Tanjung
Editor: Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top