
Bahribantenreborn.Net | BINJAI — Ini bukan sekadar pencurian, ini pengkhianatan telanjang. Kepercayaan yang diberikan berubah jadi senjata. Seorang asisten rumah tangga (ART) berinisial FW (32) tega menguras perhiasan emas majikannya hingga Rp112 juta, memanfaatkan akses penuh dan kelengahan korban. Polres Binjai turun tangan dan menghentikan aksi busuk dari balik dinding rumah sendiri.
FW, warga Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Binjai Selatan, dicokok Jumat (6/2/2026) pukul 17.45 WIB di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Kartini, Kecamatan Binjai Kota. Penangkapan ini menegaskan satu fakta pahit: bahaya tak selalu datang dari luar—kadang bersembunyi di dapur rumah.
Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana menegaskan sikap tanpa toleransi. “Kami sikat siapa pun pelakunya. Kejahatan yang merusak rasa aman masyarakat tidak akan kami biarkan,” tegasnya, menutup ruang kompromi.

Perkara terbongkar saat korban hendak mengambil gaji ke bank. Alih-alih berangkat tenang, korban mendapati lemari penyimpanan kosong melompong. Penelusuran cepat mengarah ke FW—orang yang paling tahu ritme rumah, letak barang, dan kebiasaan korban.
Daftar jarahan bikin geleng kepala:
- Cincin emas berlian 6 gram
- Cincin emas batu ungu 6 gram
- Kalung emas motif Pintu Aceh 10 gram
- Kalung emas bulat 34,5 gram
Total 56,5 gram emas 22 karat. Dengan harga Rp1.984.000/gram, kerugian korban Rp112.096.000. Nilai besar ini mengindikasikan aksi terukur, bukan spontan—bau perencanaan tercium kuat.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Hizkia Siagian mengungkapkan, informasi masyarakat yang valid menjadi kunci. Tim Cobra bergerak cepat, menyisir lokasi, dan mengamankan tersangka tanpa celah. Dari FW, polisi menyita Honda Vario 125 hitam, TV merek Aqua, serta STNK atas nama Rifaldi Anwar—petunjuk awal aliran hasil kejahatan.
FW kini dijerat Pasal 476 KUHP tentang Pencurian dengan Pemberatan. Ancaman hukuman berat menanti. Polisi juga membuka kemungkinan adanya penadah dan aktor lain yang ikut menikmati hasil jarahan.
“Kasus ini tidak berhenti di penangkapan. Kami bongkar sampai ke akar,” tegas AKP Hizkia melalui Kasihumas AKP Junaidi.
Garis Keras Bahribantenreborn.Net:
Ini alarm merah. Kepercayaan tanpa kontrol adalah undangan bagi kejahatan. Aparat wajib menyeret semua pihak yang terlibat, termasuk jaringan penadah jika terbukti ada. Hukum harus tajam—bukan hanya ke pelaku, tapi ke ekosistem kejahatan yang memfasilitasi.
Redaksi: Bahribantenreborn.Net
Editor: Zulkarnain Idrus
