CILEGON – Keluarga besar SMP Negeri 1 Kota Cilegon menggelar acara buka puasa bersama sekaligus penutupan rangkaian kegiatan pesantren kilat Ramadan, yang diikuti oleh dewan guru, staf tata usaha, karyawan, serta keluarga besar sekolah.
Kepala SMPN 1 Kota Cilegon, Muhatta, S.Pd., MM menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut sebagai bagian dari program Ramadhan yang rutin dilaksanakan di sekolah.
Alhamdulillah malam ini merupakan rangkaian agenda kegiatan pesantren kilat atau program Ramadhan di SMP Negeri 1 Kota Cilegon.
"Penutupannya kita lakukan dengan buka puasa bersama keluarga besar sekolah, mulai dari dewan guru, staf TU, karyawan hingga keluarga mereka,” ujar Muhatta.
Ia menjelaskan, kegiatan ini tidak hanya menjadi momentum menutup program pembelajaran selama Ramadhan, tetapi juga sebagai ajang mempererat tali silaturahmi seluruh keluarga besar sekolah.
Selain itu, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pemberian tali kasih kepada sejumlah pihak di lingkungan sekolah.
Bantuan tersebut berasal dari rekan-rekan guru yang telah mendapatkan sertifikasi untuk berbagi kepada rekan yang belum menerima sertifikasi, termasuk tenaga kependidikan seperti staf tata usaha dan petugas kebersihan (OB).
Muhatta berharap kegiatan kebersamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun agar semakin mempererat hubungan kekeluargaan di lingkungan sekolah.
“Harapannya kegiatan ini tidak berhenti di tahun ini saja, tetapi bisa terus berlanjut. Karena dengan silaturahmi yang kuat, insyaallah peningkatan mutu pendidikan di SMPN 1 Kota Cilegon juga akan semakin maju,” tambahnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Euis Wartini, S.Pd., menjelaskan bahwa dalam momentum Ramadhan ini pihak sekolah juga melaksanakan program berbagi yang melibatkan para siswa.
Menurutnya, program tersebut dikenal dengan nama One Day Two Thousand, yang merupakan pengembangan dari program sebelumnya yaitu One Day One Thousand.
Alhamdulillah tahun ini programnya meningkat menjadi One Day Two Thousand.
"Setiap hari siswa yang memiliki uang menyisihkan Rp2.000, kemudian dikumpulkan selama satu minggu,” jelas Euis.
Dari hasil pengumpulan tersebut, dana yang terkumpul digunakan untuk memberikan santunan kepada siswa yang membutuhkan di SMPN 1 Kota Cilegon.
“Alhamdulillah santunan dapat diberikan kepada 119 siswa yang kurang beruntung di SMPN 1,” ujarnya.
Tidak hanya untuk siswa, bantuan juga diberikan kepada masyarakat di sekitar sekolah, seperti tukang ojek, juru parkir, serta dalam bentuk pembagian takjil.
Selain itu, santunan juga disalurkan kepada tim kebersihan di lingkungan sekolah sekitar.
Euis menambahkan bahwa tujuan utama program ini adalah menanamkan nilai kepedulian sosial kepada para siswa sejak dini.
Kami ingin mengajarkan kepada anak-anak bahwa berbagi itu tidak harus menunggu menjadi orang kaya.
"Dengan menyisihkan sedikit saja, mereka sudah bisa membantu teman-teman dan orang lain di sekitarnya,” tutupnya.
