Parit KIM Bersih Setelah Disorot MOSI, Momentum Perkuat Fungsi Pengawasan Lingkungan Jangan Hanya Menunggu Aduan

Redaksi Media Bahri
0

Bahribantenreborn.net | Deli Serdang – Respons cepat jajaran Kawasan Industri Medan (KIM) dalam membersihkan tumpukan sampah yang menutupi aliran parit menuju Sinar Gunung, Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, patut diapresiasi. Namun, peristiwa ini sekaligus menjadi alarm penting agar fungsi pengawasan lingkungan di kawasan industri lebih diaktifkan dan diperkuat secara berkelanjutan.

Persoalan tersebut mencuat setelah Ketua DPD Media Organisasi Siber Indonesia (MOSI), Rudi Hutagaol, mengunggah kondisi parit yang dipenuhi sampah melalui akun TikTok miliknya. Unggahan itu menarik perhatian publik karena memperlihatkan saluran drainase yang semestinya menjadi jalur aliran air justru tertutup oleh tumpukan sampah.

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada Komisaris Independen KIM, Ibrahim Martabaya. Tidak berselang lama, pembersihan dilakukan dan kondisi parit kembali normal.

"Beberapa hari setelah informasi itu kami sampaikan, kami melihat lokasi tersebut sudah dibersihkan. Kondisinya jauh lebih baik dan nyaman dilalui," ujar Rudi Hutagaol.

Langkah cepat tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk merespons keluhan masyarakat. Namun, Bahribantenreborn.net menilai persoalan ini tidak boleh berhenti pada pembersihan semata. Yang lebih penting adalah menjadikan kejadian tersebut sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pengawasan di seluruh area kawasan industri.

Pasalnya, tumpukan sampah dalam saluran drainase tidak muncul dalam waktu singkat. Kondisi itu mengindikasikan perlunya monitoring lapangan yang lebih aktif dan berkala agar persoalan serupa dapat terdeteksi sebelum menjadi keluhan masyarakat atau viral di media sosial.

MOSI dinilai telah menjalankan fungsi kontrol sosial secara positif dengan menyampaikan kondisi lapangan yang membutuhkan perhatian. Di sisi lain, pengelola kawasan juga dituntut untuk membangun pola pengawasan yang tidak hanya bersifat reaktif terhadap laporan, tetapi juga proaktif melalui inspeksi rutin dan evaluasi berkala.

Saat dikonfirmasi, Komisaris Independen KIM Ibrahim Martabaya menegaskan bahwa pihaknya terbuka terhadap kritik dan akan menindaklanjuti setiap aduan yang berdampak kepada masyarakat.

"Segala bentuk aduan yang berdampak kepada masyarakat akan kami tindak lanjuti dan benahi secepat mungkin. Kami juga menerima kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi untuk pembenahan Kawasan Industri Medan agar semakin baik ke depannya," tegas Ibrahim.

Pernyataan tersebut diharapkan tidak hanya menjadi komitmen administratif, tetapi diwujudkan melalui langkah konkret berupa penguatan fungsi pengawasan lingkungan, pemeliharaan drainase secara berkala, serta peningkatan koordinasi dengan masyarakat dan para pelaku usaha di kawasan industri.

Peristiwa ini membuktikan bahwa kolaborasi antara masyarakat, media, dan pengelola kawasan mampu menghasilkan solusi cepat. Namun ke depan, yang dibutuhkan bukan hanya kecepatan merespons aduan, melainkan ketajaman pengawasan untuk mencegah persoalan serupa terulang kembali.

Sebab kawasan industri yang sehat dan produktif tidak hanya diukur dari aktivitas ekonominya, tetapi juga dari keseriusan pengelolanya menjaga lingkungan tetap bersih, tertata, dan bebas dari persoalan yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini.

Reporter : Mhd. Zulfahri Tanjung
Editor : Zulkarnain Idrus

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Learn More
Ok, Go it!
To Top